<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Basyiruddin Guci</title>
		<link>http://webpriv.at.ua/</link>
		<description>Blog</description>
		<lastBuildDate>Sun, 20 Dec 2009 14:46:44 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://webpriv.at.ua/blog/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>Nenek Minah Lebih Terhormat dari Bibit-Chandra</title>
			<description>&lt;br&gt;
 &lt;div class=&quot;f_author&quot;&gt;widhi adi hartono&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
 &lt;div class=&quot;m10_top&quot;&gt;
 
 
 
 &lt;div class=&quot;back_gray fleft m5&quot;&gt;
 &lt;div&gt;&lt;img src=&quot;http://inilah.com/data/berita/foto/196552.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;
 &lt;div class=&quot;m5&quot;&gt;Chandra-Bibit&lt;br&gt;(&lt;i&gt;inilah.com /Agung Rajasa&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;
 &lt;/div&gt;
 
 &lt;p&gt;&lt;b&gt;INILAH.COM,
Jakarta - Dikeluarkannya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP)
Bibit-Chandra digugat. Ada ketidakadilan dengan keputusan Kejaksaan
Agung itu.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Gugatan ini disampaikan oleh sekelompok advokat yang dipimpin oleh
Eggy Sudjana. Mereka menilai bahwa keluarnya SKPP terhadap dua pimpinan
KPK, Bibit-Chandra oleh Kejaksaan Agung, menodai rasa keadilan bangsa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Atas dasar apa Kejaksaan Agung mengeluarkan SKPP. Kasus
Bibit-Chandra ini jelas merupakan tindak pidana dan sudah P-21. Ini
artinya, kasus ini sudah layak untuk disidangkan di pengadilan,&quot; ujar
Koordinator advokad Eggy Sudjana kepada &lt;i&gt;INILAH.COM&lt;/i&gt;, Selasa sore (1/12).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Eggi, Kejaksaan tidak punya dasar unt...</description>
			<content:encoded>&lt;br&gt;
 &lt;div class=&quot;f_author&quot;&gt;widhi adi hartono&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
 &lt;div class=&quot;m10_top&quot;&gt;
 
 
 
 &lt;div class=&quot;back_gray fleft m5&quot;&gt;
 &lt;div&gt;&lt;img src=&quot;http://inilah.com/data/berita/foto/196552.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;
 &lt;div class=&quot;m5&quot;&gt;Chandra-Bibit&lt;br&gt;(&lt;i&gt;inilah.com /Agung Rajasa&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;
 &lt;/div&gt;
 
 &lt;p&gt;&lt;b&gt;INILAH.COM,
Jakarta - Dikeluarkannya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP)
Bibit-Chandra digugat. Ada ketidakadilan dengan keputusan Kejaksaan
Agung itu.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Gugatan ini disampaikan oleh sekelompok advokat yang dipimpin oleh
Eggy Sudjana. Mereka menilai bahwa keluarnya SKPP terhadap dua pimpinan
KPK, Bibit-Chandra oleh Kejaksaan Agung, menodai rasa keadilan bangsa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Atas dasar apa Kejaksaan Agung mengeluarkan SKPP. Kasus
Bibit-Chandra ini jelas merupakan tindak pidana dan sudah P-21. Ini
artinya, kasus ini sudah layak untuk disidangkan di pengadilan,&quot; ujar
Koordinator advokad Eggy Sudjana kepada &lt;i&gt;INILAH.COM&lt;/i&gt;, Selasa sore (1/12).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Eggi, Kejaksaan tidak punya dasar untuk mengeluarkan SKPP.
Karena berdasarkan KUHAP pasal 140 ada 3 hal, untuk bisa dikeluarkannya
SKPP, jika di dalam kasus itu tidak cukup alat bukti. Atau, kasus itu
bukan tindak pidana dan dengan alasan demi hukum.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Ketiga alasan itu gugur. Sebab, kasus Bibit Chandra jelas ada
buktinya dan ada unsur tindak pidana. Sedangkan demi hukum untuk rasa
keadilan masyarakat, masyarakat siapa?&quot; tegas Eggy.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebagai contoh, Eggy mengambil ilustrasi kasus Bu Minah, seorang
warga biasa yang mencuri 3 kakao, dipaksa untuk menjalani proses
pengadilan. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nenek Minah lebih terhormat karena dia menjalani proses pengadilan. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&apos;&apos;Nah, Bibit-Chandra yang jelas-jelas sudah P-21 koq bisa dihentikan penuntutannya. Ini tidak adil,&apos;&apos; tegas Eggy.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dikatakan, dikeluarkannya SKPP oleh Kejaksaan Agung jelas
menunjukkan bahwa penegak hukum sudah mulai membedakan hak dan
kedudukan warga negara di mata hukum. Padahal, Undang-undang Dasar 1945
sudah menegaskan bahwa setiap warga negara mempunyai kedudukan yang
sama di depan hukum.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Mengapa Bibit-Chandra begitu spesial hingga mereka berbeda dengan warga negara yang lain?&quot; tanya Eggi lagi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena itu, Eggi meminta agar kasus Bibit-Chandra ini dapat
diselesaikan di sidang pengadilan agar memenuhi rasa keadilan
masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Kalau memang Bibit-Chandra &lt;i&gt;gentle&lt;/i&gt; dan merasa tidak bersalah,
mengapa mesti takut menghadapi sidang pengadilan dan bersembunyi di
balik rekomendasi Tim 8,&quot; kata Eggi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang mengejutkan, Eggy mengakui bahwa dirinya mendapat informasi.
Sebelum Tim 8 terbentuk, Bibit-Chandra atas bantuan dari Budi Prakosa
bertemu dengan Adnan Buyung Nasution untuk meminta jadi pengacaranya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun dalam pertemuan itu, Buyung menolak jadi pengacara mereka
karena sudah menjadi Wantimpres. &quot;Ini artinya ada ketakutan dari
Bibit-Chandra dengan kasusnya,&quot; kata Eggi lagi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena itu, Eggi menilai ada intervensi hukum dari Tim 8 untuk kasus
Bibit-Chandra. Karena itu, Eggy akan mem-praperadilan-kan Kejaksaan
Agung atas dikeluarkannya SKPP kasus Bibit-Chandra.[wdh]&lt;/p&gt;
 
 &lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://webpriv.at.ua/blog/nenek_minah_lebih_terhormat_dari_bibit_chandra/2009-12-20-3</link>
			<category>Hukum</category>
			<dc:creator>Guci</dc:creator>
			<guid>https://webpriv.at.ua/blog/nenek_minah_lebih_terhormat_dari_bibit_chandra/2009-12-20-3</guid>
			<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 14:46:44 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Apa SBY Mau Korbankan 250 Juta Rakyat?</title>
			<description>&lt;br&gt;
 &lt;div class=&quot;f_author&quot;&gt;IM Sumarsono&lt;/div&gt;
 &lt;div class=&quot;m10_top&quot;&gt;
 
 
 
 &lt;div class=&quot;back_gray fleft m5&quot;&gt;
 &lt;div&gt;&lt;img src=&quot;http://inilah.com/data/berita/foto/197871.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;
 
 &lt;/div&gt;
 
 &lt;p&gt;&lt;b&gt;INILAH.COM,
Jakarta - Hari ini, Rabu (2/12), adalah hari ke-43 pemerintahan
Presiden SBY jilid kedua. Kalau dihitung kasar, kira-kira tak lebih
dari 7 hari, Presiden bicara serius soal nasib rakyat. 46 hari lainnya:
urusan Bibit-Chandra dan Century.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seorang aktivis politik muda, yang kini serius di bisnis dan
pelan-pelan mundur dari politik, menelepon. Sudah beberapa bulan,
setelah Pemilihan Presiden, dia lebih banyak bersentuhan langsung
dengan rakyat daripada dengan politisi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&apos;&apos;Coba Anda tunjukkan pada saya, apa yang dilakukan Presiden SBY di
40 hari pertama dia memerintah? Coba Anda hitung, berapa pernyataannya
yang ditujukan langsung untuk kepentingan rakyat Indonesia? Anda tahu,
jumlah rakyat Indonesia itu 250 juta. Dan, SBY itu dipilih oleh 60,82
persen pemilih. Yang...</description>
			<content:encoded>&lt;br&gt;
 &lt;div class=&quot;f_author&quot;&gt;IM Sumarsono&lt;/div&gt;
 &lt;div class=&quot;m10_top&quot;&gt;
 
 
 
 &lt;div class=&quot;back_gray fleft m5&quot;&gt;
 &lt;div&gt;&lt;img src=&quot;http://inilah.com/data/berita/foto/197871.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;
 
 &lt;/div&gt;
 
 &lt;p&gt;&lt;b&gt;INILAH.COM,
Jakarta - Hari ini, Rabu (2/12), adalah hari ke-43 pemerintahan
Presiden SBY jilid kedua. Kalau dihitung kasar, kira-kira tak lebih
dari 7 hari, Presiden bicara serius soal nasib rakyat. 46 hari lainnya:
urusan Bibit-Chandra dan Century.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seorang aktivis politik muda, yang kini serius di bisnis dan
pelan-pelan mundur dari politik, menelepon. Sudah beberapa bulan,
setelah Pemilihan Presiden, dia lebih banyak bersentuhan langsung
dengan rakyat daripada dengan politisi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&apos;&apos;Coba Anda tunjukkan pada saya, apa yang dilakukan Presiden SBY di
40 hari pertama dia memerintah? Coba Anda hitung, berapa pernyataannya
yang ditujukan langsung untuk kepentingan rakyat Indonesia? Anda tahu,
jumlah rakyat Indonesia itu 250 juta. Dan, SBY itu dipilih oleh 60,82
persen pemilih. Yang terjadi sekarang, pernyataan SBY lebih banyak soal
Bibit-Chandra dan Century. Lalu, bagaimana nasib 250 juta rakyat
Indonesia?&apos;&apos;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Begitulah kira-kira aktivis muda itu menyampaikan pendapatnya. Bertubi-tubi dan mengejutkan. Tapi, realistis juga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ya, lihat saja. Tiba-tiba saja energi besar republik ini tersedot
untuk memperhatikan dua persoalan, yang (jujur saja) banyak yang kurang
memahaminya dalam sebuah konstruksi persoalan yang ditail, obyektif dan
proporsional.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kasus Bibit-Chandra, akhirnya berakhir tanpa akhir. Penyelesaian
Presiden SBY untuk menyelesaikan kasus ini di luar pengadilan, tidak
serta merta membuat kasus ini selesai. Yang terjadi, muncul lagi
gugatan tentang rasa keadilan. Tidak ada &lt;i&gt;win-win solution&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Munculnya perlawanan terhadap keputusan Kejaksaan Agung, menunjukkan bahwa kasus ini telah diselesaikan dengan cara &lt;i&gt;Win To Loose Solution&lt;/i&gt;. Konsekuensinya, akan ada konflik baru lagi untuk mencari &lt;i&gt;Who&apos;s The Winner&lt;/i&gt;?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang kedua adalah kasus skandal Bank Century. Presiden SBY telah
mengambil sikap yang jelas: bahwa tidak ada sedikit pun aliran dana
masuk ke Tim Sukses pasangan Capres-cawapres SBY-Boediono, atau ke
Partai Demokrat, atau ke lingkaran Istana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Masalah baru. Presiden SBY kembali mengesankan memakai cara &lt;i&gt;Win To Loose Solution&lt;/i&gt;. Seolah-olah, Presiden SBY adalah milik Tim Sukses. Atau, milik Partai Demokrat. Atau juga, milik lingkaran dalam Istana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lalu, bagaimana dengan nasib 250 juta rakyat Indonesia? Bagaimana
dengan mandat yang telah diberikan oleh 60,82 persen konstituen Pilpres
pada pasangan SBY-Boediono untuk memerintah republik ini?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mungkin, Presiden SBY mesti diingatkan lagi. Bahwa, dia terpilih
sebagai Presiden dengan kemenangan mutlak. Barack Obama saja, terpilih
sebagai Presiden Amerika, jumlah pemilihnya tidak sampai 60 persen.
Masih jauh di bawah SBY.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pertanyaan substansinya sederhana saja:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1) Kenapa SBY tidak memposisikan dirinya sebagai Presiden dengan
kemenangan mutlak, yang tentu saja harus menjalankan mandat konstituen.
Yaitu, mengedepankan kepentingan 250 juta rakyat Indonesia di atas
kepentingan pribadi, golongan, apalagi Bibit-Chandra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2) Dengan 60,82 persen dukungan, SBY memiliki mandat untuk
menegakkan dan menjaga konstitusi. Dimana, salah satu substansi dari
konstitusi dasar negeri ini adalah keadilan sosial. Bukan keadilan
survei, apalagi keadilan opini media massa!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;3) SBY sebagai Presiden adalah milik bangsa. Bukan milik Istana,
apalagi milik Tim Sukses atau partai politik pemenang Pemilu. Jadi,
kalau ada berbagai syak wasangka terhadap mereka, kenapa tidak didorong
saja untuk segera diselesaikan secara terbuka? Bukankah ini waktu yang
tepat bagi Presiden SBY untuk membersihkan anasir-anasir oportunis di
lingkungan sekitarnya?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Ada 250 juta nasib rakyat Indonesia yang sedang dipertaruhkan.
Kalau energi besar bangsa ini terus disedot dengan konflik-konflik
kepentingan kelompok, maka kita sudah mengalami kerugian yang sangat
besar. Ingat, Pemilu 2009 menghabiskan anggaran hampir Rp 18 triliun.
Itu harga yang mahal untuk menggalang kedaulatan rakyat untuk membangun
pemerintahan yang sekarang. Kalau yang terjadi justru konflik-konflik
kepentingan dan manipulasi demokrasi, rakyat akan mundur 10 tahun lagi.
Terlalu banyak yang harus dikorbankan,&apos;&apos; kata aktivis muda itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bertubi-tubi dan mengejutkan. Kita telah mengeluarkan biaya yang begitu besar untuk menonton konflik politik ini. Lanjutkan?&lt;i&gt;(dengan mengganti tanda seru menjadi tanda tanya).&lt;/i&gt;(ims)&lt;/p&gt;
 
 &lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://webpriv.at.ua/blog/apa_sby_mau_korbankan_250_juta_rakyat/2009-12-20-2</link>
			<category>Politik</category>
			<dc:creator>Guci</dc:creator>
			<guid>https://webpriv.at.ua/blog/apa_sby_mau_korbankan_250_juta_rakyat/2009-12-20-2</guid>
			<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 14:45:08 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Daftar 40 Orang Terkaya di Indonesia</title>
			<description>&lt;!-- SIZER --&gt;
 &lt;div class=&quot;sizer&quot;&gt;

 
 
 &lt;h5 class=&quot;reporter&quot;&gt;Kamis, 3 Desember 2009 - 09:32 wib&amp;nbsp;&lt;/h5&gt;&lt;h5 class=&quot;reporter&quot;&gt;Rani Hardjanti - Okezone &lt;/h5&gt;

 &lt;/div&gt;
 &lt;!-- SIZER CLOSED --&gt;
 &lt;!-- CONTENT --&gt;
 &lt;!-- skyscraper banner --&gt;
 &lt;!--div class=&quot;sky&quot;&gt;
 &lt;a href=&quot;#&quot;&gt;
 &lt;img src=&quot;https://webpriv.at.ua/image/banner/120_600.gif&quot; width=&quot;120&quot; height=&quot;600&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;bola_skyscraper&quot; /&gt;
 &lt;/a&gt; 
 &lt;/div--&gt;

 &lt;!-- skycsraper banner --&gt;
 
 &lt;div class=&quot;pc&quot;&gt;
 &lt;img src=&quot;http://economy.okezone.com/photo/dt/content/2009/12/03/320/281312/lVUMwP79Lc.jpg&quot; border=&quot;1&quot;&gt;
 &lt;h5&gt;Michael Hartono,Martua Sitorus, dan Aburizal Bakrie. (Foto: Forbes) &lt;/h5&gt;
 &lt;/div&gt; &lt;h5&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA - &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Belakangan
ini para investor mencintai Indonesia. Pasalnya indeks saham yang
diperdagangkan berdenominasi rupiah dalam 12 bulan terakhir mampu
meroket hingga 115 persen. Inilah hal yang paling menggiurkan, &lt;em&gt;gain&lt;/em&gt;-nya begitu besar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semenjak
krisis global yang bermuara di Amerika Serikat, Asia menjadi ra...</description>
			<content:encoded>&lt;!-- SIZER --&gt;
 &lt;div class=&quot;sizer&quot;&gt;

 
 
 &lt;h5 class=&quot;reporter&quot;&gt;Kamis, 3 Desember 2009 - 09:32 wib&amp;nbsp;&lt;/h5&gt;&lt;h5 class=&quot;reporter&quot;&gt;Rani Hardjanti - Okezone &lt;/h5&gt;

 &lt;/div&gt;
 &lt;!-- SIZER CLOSED --&gt;
 &lt;!-- CONTENT --&gt;
 &lt;!-- skyscraper banner --&gt;
 &lt;!--div class=&quot;sky&quot;&gt;
 &lt;a href=&quot;#&quot;&gt;
 &lt;img src=&quot;https://webpriv.at.ua/image/banner/120_600.gif&quot; width=&quot;120&quot; height=&quot;600&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;bola_skyscraper&quot; /&gt;
 &lt;/a&gt; 
 &lt;/div--&gt;

 &lt;!-- skycsraper banner --&gt;
 
 &lt;div class=&quot;pc&quot;&gt;
 &lt;img src=&quot;http://economy.okezone.com/photo/dt/content/2009/12/03/320/281312/lVUMwP79Lc.jpg&quot; border=&quot;1&quot;&gt;
 &lt;h5&gt;Michael Hartono,Martua Sitorus, dan Aburizal Bakrie. (Foto: Forbes) &lt;/h5&gt;
 &lt;/div&gt; &lt;h5&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA - &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Belakangan
ini para investor mencintai Indonesia. Pasalnya indeks saham yang
diperdagangkan berdenominasi rupiah dalam 12 bulan terakhir mampu
meroket hingga 115 persen. Inilah hal yang paling menggiurkan, &lt;em&gt;gain&lt;/em&gt;-nya begitu besar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semenjak
krisis global yang bermuara di Amerika Serikat, Asia menjadi ranah
terbaik. Posisi nomor satu diduduki China. Pilihan negara lainnya
adalah Indonesia. Alasannya, funda mental ekonomi Tanah Air lebih baik
dari perkiraan pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia. Stabilitas
dirasakan investor pada Juli lalu, sesaat Susilo Bambang Yudhoyono
terpilih kembali menjadi presiden. Ketahanan umum resesi global yang
menyeret banyak korban pun tidak terjadi di Indonesia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tidak mengherankan jika kemudian nasib pebisnis papan atas di Tanah Air menjadi melambung. Berdasarkan majalah &lt;em&gt;Forbes, &lt;/em&gt;nilai
rata-rata kekayaan para taipan bertambah menjadi USD42 miliar dari
kekayaan USD21 miliar tahun lalu. Setidaknya tercatat, kekayaan
sembilan taipan dalam negeri naik 300 persen dibanding pada 2008.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kini
terditeksi Indonesia memiliki 12 miliarder dengan total kekayaan sekira
USD28 miliar. Padahal tahun sebelumnya hanya tujuh miliarder saja.
Konglomerat yang masuk dalam jajaran orang terkaya tahun ini antara
lain Low Tuck Kwong, pengusaha batu bara Bayan Resources. Bagaimana
tidak, nilai sahanya yang meningkat 474 persen dalam satu tahun
terakhir. Ini sebuah angka yang fantastis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Miliarder batu bara
lainnya adalah Aburizal Bakrie, yang tak lain adalah pemilik PT Bumi
Resources Tbk (BUMI). Sahamnya meroket, dan membuat dirinya kembali
mendapatkan status miliarder pada tahun ini, setelah pada 2008 hampir
kehilangan masa keemasan dalam krisis kredit global.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berikut daftar orang terkaya di Indonesia versi majalah&lt;em&gt; Forbes&lt;/em&gt;:&lt;br&gt;&lt;br&gt;1. R Budi &amp;amp; Michael Hartono, kekayaan USD7 miliar.&lt;br&gt;2. Martua Sitorus, kekayaan USD3 miliar.&lt;br&gt;3. Susilo Wonowidjojo, kekayaan USD2,6 miliar.&lt;br&gt;4. Aburizal Bakrie, kekayaan USD2,5 miliar.&lt;br&gt;5. Eka Tjipta Widjaja, kekayaan USD2,4 miliar.&lt;br&gt;6. Peter Sondakh, kekayaan USD2,1 miliar.&lt;br&gt;7. Putera Sampoerna, kekayaan USD2 miliar.&lt;br&gt;8. Sukanto Tanoto, kekayaan USD1,9 miliar.&lt;br&gt;9. Anthoni Salim, kekayaan USD1,4 miliar.&lt;br&gt;10. Soegiharto Sosrodjojo, kekayaan USD1,2 miliar.&lt;br&gt;11. Low Tuck Kwong, kekayaan USD1,18 miliar.&lt;br&gt;12. Eddy William Katuari, kekayaan USD1,100 miliar.&lt;br&gt;13. Chairul Tanjung, kekayaan USD990 juta.&lt;br&gt;14. Garibaldi Thohir, kekayaan USD930 juta.&lt;br&gt;15. Theodore Rachmat, kekayaan USD900 juta.&lt;br&gt;16. Edwin Soeryadjaya, kekayaan USD800 juta.&lt;br&gt;17. Trihatma Haliman, kekayaan USD750 juta.&lt;br&gt;18. Ciliandra Fangiono, kekayaan USD710 juta.&lt;br&gt;19. Arifin Panigoro, kekayaan USD650 juta.&lt;br&gt;20. Murdaya Poo, kekayaan USD600 juta.&lt;br&gt;21. Hashim Djojohadikusumo, kekayaan USD500 juta.&lt;br&gt;22. Kusnan &amp;amp; R, kekayaan USD Kirana, kekayaan USD480 juta.&lt;br&gt;23. Prajogo Pangestu, kekayaan USD475 juta.&lt;br&gt;24. Harjo Sutanto, kekayaan USD470 juta.&lt;br&gt;25. Mochtar Riady, kekayaan USD440 juta.&lt;br&gt;26. Eka Tjandranegara, kekayaan USD430 juta.&lt;br&gt;27. Ciputra, kekayaan USD420 juta.&lt;br&gt;28. Hary Tanoesoedibjo, kekayaan USD410 juta.&lt;br&gt;29. Sandiaga Uno, kekayaan USD400 juta.&lt;br&gt;30. Boenjamin Setiawan, kekayaan USD395 juta.&lt;br&gt;31. Alim Markus, kekayaan USD350 juta.&lt;br&gt;32. Aksa Mahmud, kekayaan USD330 juta.&lt;br&gt;33. Sutanto Djuhar, kekayaan USD325 juta.&lt;br&gt;34. Kartini Muljadi, kekayaan USD320 juta.&lt;br&gt;35. Soegiarto Adikoesoemo, kekayaan USD300 juta.&lt;br&gt;36. George Santosa Tahija &amp;amp; Sjakon George Tahija, kekayaan USD290 juta.&lt;br&gt;37. Paulus Tumewu, kekayaan USD280 juta.&lt;br&gt;38. Husain Djojonegoro, kekayaan USD260 juta.&lt;br&gt;39. Bachtiar Karim, kekayaan USD250 juta.&lt;br&gt;40. Kris Wiluan, kekayaan USD240 juta.&lt;b&gt;(rhs)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/h5&gt;</content:encoded>
			<link>https://webpriv.at.ua/blog/daftar_40_orang_terkaya_di_indonesia/2009-12-20-1</link>
			<category>Ekonomi</category>
			<dc:creator>Guci</dc:creator>
			<guid>https://webpriv.at.ua/blog/daftar_40_orang_terkaya_di_indonesia/2009-12-20-1</guid>
			<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 14:43:30 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>